Epistemic Alignment between Qur’anic Rhetoric and Modern Scientific Paradigms: A Balāghah–Epistemological Integration (BEI) Analysis of Surah Al-Mulk

Authors

  • Rizqullah Arsy Ramadhan Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
  • Novry Adriansyah Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
  • Agustiar Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Keywords:

Balāghah dan epistemologi Qur’ani, Integrasi wahyu dan ilmu, Surah Al-Mulk dan metodologi ilmiah

Abstract

Studi ini mengkaji dimensi epistemologis retorika Al-Qur’an dalam Surah Al-Mulk melalui kerangka Balāghah–Epistemological Integration (BEI). Dengan menggunakan desain kualitatif–hermeneutik dan analisis isi retorika, penelitian ini menelaah bagaimana perangkat retorika Al-Qur’an berfungsi sebagai mekanisme epistemik yang terstruktur, bukan sekadar unsur estetis atau persuasif. Analisis dilakukan melalui tiga tahapan utama: pemetaan tekstual terhadap unsur balāghah, analisis fungsi epistemik, dan evaluasi keselarasan epistemik dengan epistemologi ilmiah modern. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Surah Al-Mulk secara sistematis memanfaatkan istifhām (pertanyaan retoris), citra kosmologis, serta perintah observasi yang berulang untuk menumbuhkan semangat penyelidikan empiris, verifikasi berulang, penalaran inferensial, dan kerendahan hati epistemik. Pola-pola retorika tersebut memperlihatkan korespondensi struktural yang kuat dengan prinsip-prinsip utama metodologi ilmiah modern, khususnya observasi, keterulangan (repeatability), dan asumsi keteraturan alamiah. Namun, keselarasan yang diidentifikasi bersifat metodologis, bukan empiris, sehingga membedakan penelitian ini dari pendekatan apologetik yang dikenal sebagai “mukjizat ilmiah dalam Al-Qur’an.” Studi ini mengungkap bahwa epistemologi Qur’ani dalam Surah Al-Mulk bersifat non-reduksionis secara inheren, dengan mengintegrasikan observasi empiris dan makna transendental tanpa meniadakan kausalitas alamiah. Pengetahuan dalam perspektif ini diarahkan pada kesadaran etis dan teosentris, bukan pada pengendalian prediktif. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap kajian Al-Qur’an kontemporer dan filsafat ilmu dengan menempatkan balāghah sebagai sistem epistemik serta mengusulkan BEI sebagai model analisis integratif untuk membangun dialog antara wahyu dan penalaran ilmiah. Ilmu, dalam konteks ini, berakar pada kebajikan epistemik yang sama, bukan pada kesamaan isi ilmiah.

Downloads

Published

31-12-2025

Issue

Section

Articles