https://journal.ua.ac.id/index.php/jpik/issue/feedJurnal Pemikiran dan Ilmu Keislaman2026-06-19T05:07:44+00:00Open Journal Systems<p><strong>Jurnal Pemikiran dan Ilmu Keislaman</strong> merupakan jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Lembaga Penerbitan, Publikasi dan Dokumentasi (LP2D) Institut Ilmu Keislaman Annuqayah Guluk-Guluk Sumenep, Jawa Timur, Indonesia. Terbit 2 kali dalam setahun yakni pada bulan Maret dan September. <strong>Jurnal Pemikiran dan Ilmu Keislaman </strong>menerbitkan hasil penelitian, baik penelitian pustaka maupun lapangan, tentang filsafat dan pemikiran serta ilmu-ilmu keislaman meliputi bidang kajian pendidikan Islam, politik, ekonomi syariah, hukum Islam atau fikih, tafsir, dan ilmu dakwah.</p>https://journal.ua.ac.id/index.php/jpik/article/view/1208Pendidikan Ramah Anak di Pesantren: Kajian Literatur atas Perlindungan, Partisipasi, dan Tata Kelola Pengasuhan2026-06-19T03:58:53+00:00Barratun Naqiyahbunda8aesar@gmail.comNur Aina Arifahnurainaarifah88@gmail.com<p>Pendidikan ramah anak di pesantren tidak dapat direduksi menjadi larangan kekerasan atau penyediaan sarana fisik, karena kehidupan berasrama menyatukan pembelajaran, pengasuhan, ibadah, disiplin, relasi sebaya, dan pemenuhan kebutuhan dasar selama dua puluh empat jam. Kajian tentang pesantren ramah anak berkembang pesat, tetapi masih terfragmentasi antara pembahasan perlindungan, pedagogi, kesejahteraan psikososial, dan tata kelola. Artikel ini bertujuan menyintesis perkembangan kajian tersebut, mengidentifikasi kesenjangan penelitian, dan menawarkan kerangka konseptual yang sesuai dengan karakter pesantren. Penelitian menggunakan literature review integratif-kritis terhadap 48 sumber akademik dan kebijakan yang diterbitkan 2016–2026. Literatur ditelusuri melalui Google Scholar, Crossref, DOAJ, Garuda, Dimensions, dan portal jurnal, kemudian diseleksi berdasarkan relevansi, keterlacakan metadata, mutu metodologis, dan kontribusinya terhadap pertanyaan kajian. Analisis tematik menghasilkan enam temuan: pergeseran dari pendekatan protektif menuju pendekatan berbasis hak; kerentanan yang lahir dari relasi kuasa dan kurikulum tersembunyi; pentingnya disiplin positif dan pedagogi humanistik; kebutuhan pengasuhan berasrama yang sensitif perkembangan; lemahnya suara santri dan mekanisme pengaduan; serta urgensi tata kelola perlindungan yang akuntabel. Berdasarkan sintesis tersebut, artikel mengembangkan Kerangka Ekologi Hak Anak Pesantren yang mengintegrasikan dimensi tata kelola, relasi pedagogis, pengasuhan, partisipasi, dan akuntabilitas. Kerangka ini menegaskan bahwa pesantren ramah anak hanya terwujud ketika keamanan, martabat, perkembangan, dan agensi santri menjadi prinsip operasional seluruh ekosistem lembaga.</p>2026-06-22T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Jurnal Pemikiran dan Ilmu Keislamanhttps://journal.ua.ac.id/index.php/jpik/article/view/762Kecerdasan Artifisial dalam Pengelolaan Zakat dan Wakaf: Tinjauan Integratif atas Keadilan dan Tata Kelola Berbasis Maqashid Syari’ah2026-06-19T03:41:38+00:00Riza Anamirizatanjung2606@gmail.comRozinah Rozinahrozinah@gmail.com<p>Transformasi digital keuangan sosial Islam berkembang dari pembayaran daring menuju penggunaan kecerdasan artifisial untuk memetakan potensi zakat, mengenali kebutuhan mustahik, mempersonalisasi penghimpunan, mendeteksi anomali, dan mengevaluasi dampak program. Meskipun menjanjikan efisiensi, penggunaan algoritma dalam zakat dan wakaf mengandung persoalan normatif karena keputusan mengenai kelayakan penerima, prioritas distribusi, dan pengukuran kesejahteraan tidak pernah sepenuhnya netral. Artikel ini bertujuan menyintesis perkembangan penggunaan kecerdasan artifisial dalam keuangan sosial Islam, mengidentifikasi risiko keadilan dan tata kelolanya, serta merumuskan kerangka konseptual berbasis maqasid al-shariah. Kajian menggunakan literature review integratif-kritis terhadap publikasi 2019–2026 yang ditelusuri melalui Google Scholar, Crossref, DOAJ, Garuda, Dimensions, dan laman penerbit jurnal bereputasi. Korpus utama terdiri atas 38 publikasi yang membahas digitalisasi zakat-wakaf, pembelajaran mesin, penargetan penerima, tata kelola keuangan sosial Islam, serta keadilan dan audit algoritmik; sumber klasik dan dokumen kebijakan digunakan secara terbatas sebagai fondasi konseptual. Analisis tematik menemukan lima pola: dominasi narasi efisiensi, perluasan analitik data untuk penghimpunan, pergeseran menuju penargetan berbasis prediksi, peluang audit dan pengukuran dampak, serta risiko bias, eksklusi digital, pelanggaran privasi, dan pengaburan tanggung jawab moral. Artikel menawarkan Kerangka Keadilan Algoritmik Maqasidi yang mencakup keselarasan tujuan, keadilan data, keadilan distributif, keterjelasan keputusan, pengawasan manusia-syariah, perlindungan martabat, akuntabilitas, dan pembelajaran dampak. Kerangka ini menegaskan bahwa kecerdasan artifisial seharusnya memperkuat pertimbangan amil dan nazir, bukan menggantikan penilaian manusia dalam keputusan sosial-keagamaan yang berdampak tinggi.</p>2025-09-22T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Jurnal Pemikiran dan Ilmu Keislamanhttps://journal.ua.ac.id/index.php/jpik/article/view/1206Perlindungan Konsumen Fintech Syariah di Indonesia: Tinjauan Integratif atas Regulasi, Keadilan Akad, dan Tata Kelola Digital2026-06-19T03:20:59+00:00Moh. Jazulimoh.jazuli71@gmail.comA Washilawashil@gmail.com<p>Perkembangan layanan pendanaan berbasis teknologi memperluas akses pembiayaan, tetapi sekaligus melahirkan risiko kontraktual, informasi, data pribadi, penagihan, dan kepatuhan syariah yang tidak selalu tertangani dalam satu kerangka perlindungan. Artikel ini bertujuan menyintesis perkembangan kajian perlindungan konsumen fintech syariah di Indonesia serta merumuskan kerangka yang menggeser orientasi kepatuhan dari pemenuhan formal menuju keadilan substantif. Penelitian menggunakan literature review integratif-kritis terhadap 36 artikel ilmiah terbitan 2019–2025, dilengkapi karya seminal dan dokumen hukum yang relevan. Literatur ditelusuri melalui Google Scholar, Garuda, DOAJ, portal penerbit, serta laman resmi Otoritas Jasa Keuangan dan Dewan Syariah Nasional-Majelis Ulama Indonesia. Seleksi didasarkan pada relevansi terhadap regulasi, akad digital, tata kelola syariah, perlindungan data, transparansi, dan penyelesaian sengketa. Data dianalisis melalui pengodean tematik, komparasi normatif, dan sintesis interpretatif. Hasil kajian menunjukkan enam persoalan utama: fragmentasi regulasi dan fatwa, formalisme akad, asimetri informasi dalam kontrak elektronik, kerentanan data dan keputusan algoritmik, keterbatasan kapasitas pengawasan syariah, serta lemahnya mekanisme pemulihan yang mudah diakses. Artikel menawarkan Kerangka Keadilan Syariah Digital yang mengintegrasikan legalitas, keadilan akad, transparansi informasi, integritas data dan algoritma, tata kelola syariah, serta pemulihan dan inklusi. Kerangka ini menegaskan bahwa label syariah belum memadai tanpa perlindungan hak material, prosedural, dan spiritual konsumen.</p>2025-09-22T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Jurnal Pemikiran dan Ilmu Keislamanhttps://journal.ua.ac.id/index.php/jpik/article/view/1210Pendidikan Bahasa di Pesantren: Kajian Literatur Kritis Atas Kebijakan, Lingkungan, Pedagogi, dan Teknologi2026-06-19T04:56:34+00:00Ubaidillah Ubaidillahubaidillah.tsabit@gmail.comAh Syamliahsyamli@gmail.com<p>Pendidikan bahasa di pesantren berkembang dari fungsi instrumental untuk membaca literatur keislaman menuju kompetensi komunikasi, dakwah, studi lanjut, dan partisipasi global. Namun, kajian yang tersedia masih terfragmentasi menurut bahasa sasaran, tipe pesantren, dan teknik pengajaran, sehingga belum menjelaskan hubungan antara kebijakan bahasa, lingkungan berasrama, pedagogi, identitas santri, asesmen, dan teknologi. Artikel ini bertujuan memetakan perkembangan kajian pendidikan bahasa di pesantren serta merumuskan kerangka konseptual yang menjelaskan syarat keberlanjutan program bahasa. Kajian menggunakan kajian literatur kritis dengan sintesis tematik terhadap publikasi tahun 2015–2025 yang ditelusuri melalui Google Scholar, Garuda, DOAJ, Crossref, dan laman resmi jurnal. Literatur diseleksi berdasarkan relevansi langsung dengan pendidikan bahasa Arab, Inggris, bilingual, atau multilingual di pesantren, kejelasan metode, serta metadata yang dapat diverifikasi. Data dianalisis melalui pengodean tematik, perbandingan lintas studi, dan sintesis interpretatif. Hasil kajian menunjukkan lima pola. Pertama, kebijakan bahasa sering menempatkan bahasa Arab sebagai modal religius dan bahasa Inggris sebagai modal global, tetapi keduanya tidak selalu didukung tujuan kompetensi yang terukur. Kedua, lingkungan bahasa efektif ketika menyediakan input bermutu, interaksi bermakna, keluaran berulang, dan umpan balik aman. Ketiga, pedagogi kontekstual lebih produktif daripada penegakan monolingual yang berbasis hukuman. Keempat, praktik translanguaging memperkuat pemahaman dan identitas, tetapi dapat pula mempertahankan hierarki bahasa. Kelima, transformasi digital masih bersifat selektif akibat pembatasan gawai, ketimpangan sumber daya, dan kapasitas guru. Artikel ini menawarkan Kerangka Ekologi Pendidikan Bahasa Pesantren yang mengintegrasikan ideologi-kebijakan, lingkungan, pedagogi, identitas-investasi, serta teknologi-asesmen. Kerangka tersebut menegaskan bahwa mutu pendidikan bahasa ditentukan oleh koherensi sistem, bukan intensitas aturan semata.</p>2025-09-22T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Jurnal Pemikiran dan Ilmu Keislamanhttps://journal.ua.ac.id/index.php/jpik/article/view/1207Profesionalisasi Calon Guru Madrasah Ibtidaiyah: Tinjauan Integratif Atas Kompetensi, Praktik, dan Pedagogi Digital2026-06-19T03:15:03+00:00Kusik Kusuma Bangsakusikkusumabangsa@gmail.comAbdul Hadiabdulhadisumenep1@gmail.com<p>Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) menghadapi tuntutan ganda untuk menyiapkan guru kelas yang menguasai pembelajaran multidisipliner sekaligus mampu mengintegrasikan nilai keislaman, teknologi, inklusi, dan kebutuhan perkembangan anak. Namun, kajian tentang penyiapan calon guru MI masih cenderung terfragmentasi ke dalam kompetensi yang berdiri sendiri dan lebih banyak mengukur persepsi kesiapan daripada performa mengajar. Artikel ini bertujuan memetakan dimensi kompetensi, menganalisis mekanisme profesionalisasi, mengidentifikasi kesenjangan penelitian, dan merumuskan kerangka penguatan pendidikan calon guru MI. Kajian menggunakan literature review integratif-kritis terhadap 38 publikasi inti tahun 2015-2025 yang ditelusuri melalui Google Scholar, Crossref, DOAJ, Garuda, ERIC, dan Scopus, disertai sumber metodologis dan kebijakan yang relevan. Literatur diseleksi berdasarkan relevansi, kelengkapan metadata, mutu sumber, serta kontribusinya terhadap pendidikan calon guru tingkat dasar. Data dianalisis melalui pengodean tematik, komparasi antartemuan, dan sintesis interpretatif. Hasil kajian menunjukkan enam simpul profesionalisasi: identitas guru MI yang integratif; pengetahuan pedagogik-konten multidisipliner; pedagogi digital dan literasi kecerdasan artifisial; pendidikan inklusif dan diferensiasi; praktik klinis berbasis microteaching, lesson study, dan refleksi; serta koherensi kurikulum dan kemitraan madrasah. Artikel menawarkan Kerangka Profesionalisasi Adaptif Guru Madrasah Ibtidaiyah (PAGMI), yang menempatkan kompetensi sebagai kapasitas performatif yang tumbuh melalui keterhubungan antara pengetahuan, praktik autentik, refleksi, etika, dan dukungan ekosistem. Implikasinya, program PGMI perlu menggeser asesmen dari dominasi pengetahuan deklaratif menuju bukti kinerja, memperkuat pengalaman lapangan bertahap, serta mengintegrasikan teknologi secara kritis dan berpusat pada peserta didik.</p>2025-09-22T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Jurnal Pemikiran dan Ilmu Keislamanhttps://journal.ua.ac.id/index.php/jpik/article/view/1211Pendidikan Perempuan di Pesantren: Kajian Literatur Kritis atas Akses, Agensi, Otoritas, dan Keamanan Santri2026-06-19T05:07:44+00:00Tatik Hidayatitatik.gpr@gmail.comAch. Maimunmymoon221@gmail.comAbdul Wahida.wahidhasan@gmail.com<p>Perluasan akses perempuan ke pesantren merupakan salah satu perubahan penting dalam pendidikan Islam Indonesia, tetapi peningkatan jumlah santri perempuan tidak selalu diikuti oleh kesetaraan dalam penguasaan sumber belajar, partisipasi pengambilan keputusan, otoritas keagamaan, dan keamanan institusional. Artikel ini bertujuan memetakan perkembangan kajian pendidikan perempuan di pesantren, menjelaskan faktor yang mereproduksi atau mentransformasi relasi gender, serta merumuskan kerangka konseptual bagi pendidikan pesantren yang berkeadilan substantif. Kajian menggunakan literature review integratif-kritis terhadap publikasi berbahasa Indonesia dan Inggris yang ditelusuri melalui Google Scholar, Garuda, DOAJ, Crossref, dan laman jurnal resmi. Literatur utama diprioritaskan pada periode 2015–2025, sedangkan karya sebelumnya digunakan secara selektif sebagai fondasi konseptual. Sumber diseleksi berdasarkan relevansi, kejelasan metadata, mutu penerbitan, dan kontribusinya terhadap tema akses, budaya institusional, kepemimpinan nyai, kurikulum, otoritas pengetahuan, serta perlindungan santri. Data dianalisis melalui pengodean tematik, perbandingan antarkajian, dan sintesis interpretatif. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendidikan perempuan bergerak melalui empat dimensi yang saling bergantung: akses, agensi, otoritas, dan keamanan. Kepemimpinan nyai, pembacaan keagamaan resiprokal, kurikulum responsif gender, serta tata kelola akuntabel menjadi pengungkit utama transformasi. Namun, segregasi yang tidak setara, kurikulum tersembunyi, legitimasi kepemimpinan yang bergantung pada kekerabatan, dan lemahnya mekanisme pengaduan masih membatasi perubahan. Artikel ini menawarkan kerangka Akses–Agensi–Otoritas–Keamanan sebagai perangkat analitis dan agenda pembaruan pendidikan perempuan di pesantren.</p>2025-09-22T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Jurnal Pemikiran dan Ilmu Keislamanhttps://journal.ua.ac.id/index.php/jpik/article/view/1023Model Desain Pembelajaran Jerold E. Kemp: Pendekatan Sistematis dalam Pendidikan Agama Islam2025-10-25T03:42:25+00:00Bulkis Husniyahunzahbalqis11@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji model desain pembelajaran Jerrold E. Kemp sebagai pendekatan sistematis dalam Pendidikan Agama Islam (PAI) melalui metode library research. Model Kemp dikenal sebagai salah satu model desain instruksional yang komprehensif dan fleksibel, yang menekankan perencanaan pembelajaran secara holistik dengan mempertimbangkan berbagai komponen penting seperti tujuan pembelajaran, karakteristik peserta didik, materi, strategi, media, evaluasi, serta dukungan fasilitas dan waktu. Dalam konteks PAI, model ini sangat relevan untuk mengintegrasikan aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik secara seimbang, sehingga pembelajaran tidak hanya berfokus pada penguasaan materi, tetapi juga pembentukan karakter dan pengamalan nilai-nilai agama. Melalui kajian pustaka yang mendalam, penelitian ini menguraikan bagaimana Model Kemp dapat diaplikasikan secara efektif dalam perancangan dan pelaksanaan pembelajaran PAI, serta manfaat dan tantangan yang dihadapi dalam implementasinya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan sistematis Model Kemp mampu meningkatkan kualitas pembelajaran Pendidikan Agama Islam dengan memberikan kerangka kerja yang terstruktur dan adaptif, yang mendukung tercapainya tujuan pendidikan secara menyeluruh. Penelitian ini memberikan kontribusi penting bagi pengembangan strategi pembelajaran PAI yang lebih efektif dan bermakna di era modern.</p>2025-09-30T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Jurnal Pemikiran dan Ilmu Keislamanhttps://journal.ua.ac.id/index.php/jpik/article/view/1024Resiliensi sebagai Fondasi Desain Pembelajaran PAI: Kajian Implementasi Nilai-Nilai Al-Qur’an dalam Pendidikan Karakter2025-10-25T04:05:47+00:00Rifka Diana Susilowatirifkaazzarkasi@gmail.com<p>Penelitian ini mengkaji peran resiliensi sebagai pondasi utama dalam desain pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) dengan fokus pada implementasi nilai-nilai Al-Qur’an dalam pembentukan karakter peserta didik. Resiliensi, yang meliputi ketahanan mental, emosional, dan spiritual, dianggap sangat penting dalam menghadapi tantangan kehidupan modern yang kompleks. Nilai-nilai Al-Qur’an seperti sabr, tawakkal, qana’ah, ikhlas, husnuzhan, dan taqwa menjadi landasan moral dan spiritual yang dapat memperkuat resiliensi peserta didik. Melalui pendekatan pembelajaran yang mengintegrasikan kisah-kisah inspiratif, metode reflektif, serta lingkungan belajar yang suportif, pembelajaran PAI tidak hanya mentransfer pengetahuan agama, tetapi juga membentuk karakter yang tangguh dan berintegritas. Hasil kajian menunjukkan bahwa implementasi nilai-nilai Al-Qur’an dalam pembelajaran PAI efektif dalam mengembangkan resiliensi peserta didik, sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan psikologis, memperkuat keimanan, dan mempersiapkan generasi yang siap menghadapi dinamika kehidupan dengan iman dan akhlak yang kokoh. Studi ini memberikan kontribusi penting bagi pengembangan kurikulum dan strategi pembelajaran PAI yang humanis dan kontekstual.</p> <p><strong>Kata Kunci</strong>; Resiliensi, Drsain Pembelajaran PAI, Nilai-Nilai Al-Qur’an, Pendidikan Karakter</p>2025-09-30T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Jurnal Pemikiran dan Ilmu Keislamanhttps://journal.ua.ac.id/index.php/jpik/article/view/1096Dari KDRT ke Femisida: Analisis Pencegahan Eskalasi Kekerasan dalam Rumah Tangga melalui Kerangka Pemulihan UU TPKS2026-01-24T22:32:47+00:00Miftahol UlumKacong.ulum30@gmail.comMasyhurimasyhuri.drajat@gmail.comMoh AkifMohakif53@gmail.com<p>Eskalasi kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) menuju femisida merupakan fenomena kritis yang memerlukan intervensi hukum komprehensif. Penelitian ini menganalisis potensi Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (UU TPKS) dalam mencegah eskalasi KDRT melalui kerangka pemulihan korban. Menggunakan metode penelitian yuridis normatif dengan pendekatan kualitatif, penelitian ini mengeksplorasi mekanisme pencegahan eskalasi kekerasan yang diatur dalam UU TPKS dan relevansinya terhadap kasus KDRT yang berpotensi berkembang menjadi femisida. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerangka pemulihan dalam UU TPKS menawarkan paradigma baru dalam penanganan KDRT melalui pendekatan holistik yang meliputi pemulihan psikologis, hukum, sosial, dan ekonomi. Mekanisme perlindungan korban, sistem pendampingan terpadu, dan intervensi dini yang diatur dalam undang-undang ini berpotensi memutus siklus kekerasan sebelum mencapai tahap letal. Namun, implementasi efektif memerlukan sinergi antarinstansi, peningkatan kapasitas aparat penegak hukum, dan penguatan sistem rujukan berbasis masyarakat. Penelitian ini merekomendasikan penguatan koordinasi lintas sektor, pengembangan protokol deteksi dini risiko eskalasi, dan integrasi pendekatan restoratif dengan sistem peradilan pidana untuk mencegah femisida.</p>2025-09-30T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Jurnal Pemikiran dan Ilmu Keislamanhttps://journal.ua.ac.id/index.php/jpik/article/view/1100Inovasi Media Pembelajaran Digital dalam Peningkatan Penguasaan Mufradat Bahasa Arab: Sebuah Kajian Literatur2026-01-25T22:19:43+00:00Moh. Ali Qorror Al-Khasyali.alkhasy@gmail.comAhmad Farisfarishamdiahmad@gmail.com<p>Penguasaan kosakata (mufradat) merupakan fondasi krusial dalam pembelajaran bahasa Arab yang mempengaruhi keberhasilan pengembangan empat keterampilan berbahasa. Era digital membuka peluang inovasi media pembelajaran yang dapat meningkatkan efektivitas penguasaan mufradat. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis-jenis media pembelajaran digital untuk mufradat bahasa Arab, menganalisis efektivitasnya berdasarkan temuan penelitian terdahulu, dan merumuskan rekomendasi pengembangan media pembelajaran digital yang optimal.Penelitian ini menggunakan metode systematic literature review dengan menganalisis 45 artikel penelitian yang dipublikasikan pada periode 2015-2024 dari berbagai database akademik (Google Scholar, ERIC, ProQuest, DOAJ). Kriteria inklusi meliputi: penelitian empiris tentang media pembelajaran digital untuk mufradat bahasa Arab, dipublikasikan dalam jurnal bereputasi, berbahasa Indonesia atau Inggris, dan menggunakan metode kuantitatif, kualitatif, atau campuran. Hasil analisis mengidentifikasi enam kategori media pembelajaran digital: (1) aplikasi mobile berbasis gamifikasi, (2) multimedia interaktif, (3) platform e-learning, (4) media sosial edukatif, (5) augmented reality (AR) dan virtual reality (VR), dan (6) artificial intelligence (AI) berbasis chatbot. Dari 45 studi yang dianalisis, 89% menunjukkan peningkatan signifikan dalam penguasaan mufradat, dengan aplikasi mobile berbasis gamifikasi mencatat efektivitas tertinggi (rata-rata peningkatan 35-45%). Faktor-faktor yang mempengaruhi efektivitas meliputi: desain antarmuka, fitur interaktivitas, kesesuaian dengan teori pembelajaran, dan integrasi dengan kurikulum. Kendala utama implementasi adalah keterbatasan infrastruktur teknologi, kompetensi digital pendidik, dan biaya pengembangan. Penelitian ini merekomendasikan: (1) pengembangan media pembelajaran digital yang mengintegrasikan prinsip gamifikasi, multimedia, dan personalisasi pembelajaran, (2) pelatihan kompetensi digital bagi pendidik bahasa Arab, (3) kolaborasi antara ahli bahasa Arab, teknologi pendidikan, dan desainer instruksional, (4) penelitian lanjutan tentang efektivitas jangka panjang dan dampak terhadap motivasi belajar.</p>2025-09-30T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Jurnal Pemikiran dan Ilmu Keislamanhttps://journal.ua.ac.id/index.php/jpik/article/view/1099Fiqih Media Sosial: Etika Bermuamalah di Ruang Digital Menurut Perspektif Maqāṣid al-Sharī‘ah2026-01-24T22:48:30+00:00Lailatul Faizahlailafaizah84@gmail.comFadhilah Khunainifadhilah.mr@gmail.com<p>Media sosial telah menjadi ruang baru bagi interaksi sosial, ekonomi, dan keagamaan masyarakat Muslim. Namun, perkembangan pesat media digital sering kali tidak diiringi dengan kesadaran etis dan panduan fikih yang memadai, sehingga memunculkan berbagai problem seperti ujaran kebencian, hoaks, pelanggaran privasi, eksploitasi ekonomi digital, dan dekadensi moral. Artikel ini bertujuan menganalisis etika bermuamalah di media sosial dalam perspektif fikih kontemporer dengan pendekatan <em>Maqāṣid al-Sharī‘ah</em>. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif berbasis studi kepustakaan dengan menganalisis literatur fikih klasik dan kontemporer serta kajian etika digital. Hasil kajian menunjukkan bahwa media sosial dapat dipahami sebagai ruang muamalah baru yang tunduk pada prinsip perlindungan agama (<em>ḥifẓ al-dīn</em>), jiwa (<em>ḥifẓ al-nafs</em>), akal (<em>ḥifẓ al-‘aql</em>), kehormatan (<em>ḥifẓ al-‘irḍ</em>), dan harta (<em>ḥifẓ al-māl</em>). Perspektif maqāṣid memungkinkan fikih berfungsi secara kontekstual sebagai instrumen etika sosial dalam menghadapi tantangan digital.</p>2025-09-30T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Jurnal Pemikiran dan Ilmu Keislamanhttps://journal.ua.ac.id/index.php/jpik/article/view/1098Model Pembelajaran Group Investigation dalam Pembelajaran Bahasa Arab Berbasis Pesantren2026-01-24T22:43:26+00:00Hoirun Nahdiyahnahdiyahhoirun@gmail.comMoh. Naqibmoh.naqib.han@gmail.comMaknunahmaknunah12@gmail.com<p>Pembelajaran Bahasa Arab di lingkungan pesantren menuntut pendekatan yang tidak hanya berorientasi pada penguasaan kaidah bahasa, tetapi juga pada keterampilan komunikatif dan penguatan nilai-nilai sosial peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan model pembelajaran Group Investigation dalam pembelajaran Bahasa Arab berbasis pesantren di SMA Annuqayah Sumenep. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian meliputi guru Bahasa Arab dan peserta didik yang terlibat langsung dalam proses pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model Group Investigation mampu meningkatkan keaktifan peserta didik, mendorong kerja sama kelompok, serta mengembangkan keterampilan berbahasa Arab, khususnya kemampuan membaca dan berbicara. Selain itu, model ini sejalan dengan tradisi pembelajaran pesantren yang menekankan kebersamaan, musyawarah, dan kemandirian belajar. Dengan demikian, model pembelajaran Group Investigation dapat dijadikan alternatif strategis dalam meningkatkan kualitas pembelajaran Bahasa Arab di lingkungan pendidikan berbasis pesantren</p>2025-09-30T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Jurnal Pemikiran dan Ilmu Keislaman