Menjadikan Tantrum Sebagai Proses Perkembangan Sosial Emosional
DOI:
https://doi.org/10.59005/starkids.v2i1.1101Keywords:
Tolong terbitkan jurnal iniAbstract
Tantrum merupakan fenomena yang umum terjadi pada anak usia dini dan sering dipersepsikan sebagai perilaku negatif. Padahal, tantrum merupakan bagian dari proses perkembangan sosial-emosional anak yang berkaitan dengan keterbatasan kemampuan regulasi emosi dan bahasa. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji tantrum sebagai bagian dari perkembangan sosial-emosional anak usia dini serta membahas peran orang dewasa dalam menjadikan tantrum sebagai sarana pembelajaran emosi yang positif. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan mengkaji berbagai sumber teori perkembangan anak dan pendidikan anak usia dini. Hasil kajian menunjukkan bahwa respons empatik, konsisten, dan sesuai tahap perkembangan dapat membantu anak mengembangkan kemampuan mengenali, mengekspresikan, dan mengelola emosi secara sehat. Dengan pendekatan yang tepat, tantrum tidak hanya dapat diminimalkan dampak negatifnya, tetapi juga menjadi media pembelajaran sosial-emosional yang bermakna.
Downloads
Published
License
Copyright (c) 2026 Aisyatul Ashariyah

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.



