Elemen Keberagamaan Pada Tradisi Kompolan Shalawat Nariyah Dalam Membangun Solidaritas Sosial Masyarakat
DOI:
https://doi.org/10.59005/jsp.v2i2.523Keywords:
Religious Elements, Environmental Sustainability, Social SolidarityAbstract
This paper aims to explore the key dimensions of the Kompolan Shalawat Nariyah practice and its implications for the development of social solidarity among the Moncek Barat community. The study employs a qualitative research method to uncover the deeper meaning of this religious gathering, focusing on the symbolic and experiential aspects embedded in the tradition. The analysis is grounded in Emile Durkheim’s theory of religious sociology and the religious dimension theory proposed by C. Y. Glock and R. Stark. The research reveals that Kompolan Shalawat Nariyah is not merely a ritual of prayer recitation, but a dynamic social practice encompassing five main dimensions: belief, ritual, religious experience, knowledge, and consequences. These dimensions significantly influence the psychological well-being of its members, fostering inner peace, spiritual focus, and increased devotion. Socially, the group cultivates a sense of collective religious consciousness, where shared sentiments lead to strong group cohesion. This solidarity extends beyond spiritual aspects, manifesting in mutual support and even economic cooperation, highlighting the group’s role in strengthening communal bonds and resilience.
References
Ahmad Safei dkk., Agus. Pengembangan Pesantren Ramah Lingkungan Melalui Intervensi Sosial. Bandung: Pusat Penelitian dan Penerbitan, 2018.
Airlangga, dkk., Primaadi. “Upaya Meminimalisir Volume dan Menambah Nilai Ekonomi Sampah di Pondok Pesantren Al-Fatich”. Jurnal Ekonomi: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 1, 2, (April 2021).
Aulia Rahmah dkk., Naila. “Kajian Dampak Sampah Rumah Tangga Terhadap Lingkungan dan Perekonomian bagi Masyarakat Kecamatan Sukarame Kota Bandar Lampung Berdasarkan Perspektif Islam”. Holistic Journal of Management Research, No. 2, Volume 6 (November 2021).
Auvi Dalilah, Else. “Dampak sampah Plastik Terhadap Kesehatan dan Lingkungan”. Laporan Penelitian”, Iik Strada Indonesia, 3.
By Redaksi Daftar Tiga Pesantren Berwawasan Lingkungan di Indonesia 4 Mins read IBTimes.ID, Sumber Artikel : https://ibtimes.id/?p=60325U, akses 12 Mei 2022.
Collins, R. (2004). Interaction ritual chains. Princeton University Press.
Dhofier, Zamakhsyari. Tradisi Pesantren Studi tentang Pandangan Hidup Kiai. Jakarta; LP3S, 1983.
Djamin, Djanius. Pengawasan dan Pelaksanaan Undang-Undang Lingkungan hidup: Suatu Analisis Sosial, Jakarta: Yayasan obor Indonesia, 2007.
Durkheim, É. (1995). The elementary forms of religious life (K. E. Fields, Trans.). Free Press. (Karya asli diterbitkan 1912).
Faizi, M. Merusak Bumi dari Meja Makan. Yogyakarta, Cantrik Pustaka, 2020.
Fauzi, A. (2015). Majelis dzikir sebagai media penguatan solidaritas sosial umat Islam. Jurnal Sosiologi Agama, 9(2), 145–162.
Fitriani, Safrilsyah. “Agama dan Kesadaran Menjaga Lingkungan hidup”. Substantia, 1, 16, (April 2014).
Glock, C. Y., & Stark, R. (1965). Religion and society in tension. Rand McNally.
Hidayat, A. (2018). Pendidikan berbasis komunitas dan penguatan karakter religius masyarakat. Tarbawi: Jurnal Pendidikan Islam, 13(1), 45–60.
Islam dkk., Fahrul. Dasar-Dasar Kesehatan Lingkungan. TK: Yayasan Kita Menulis, 2021.
Islamindonesia.Id, Kiai M Faizi, Penggagas Pesantren Tanpa Sampah Plastik, akses 08 October 2019.
Istianah, Upaya Pelestarian Lingkungan Hidup dalam Perspektif Hadis. Jurnal Riwayah, Vol. 1, No. 2, September 2015.
J. Moleong, Lexy. Metodelogi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosda Karya, 2002.
Koenig, H. G. (2012). Religion, spirituality, and health: The research and clinical implications. ISRN Psychiatry, 2012, 278730.
Kurniawan dkk., Ilham. “Pengolahan sampah pesantren dalam mewujudkan kelestarian lingkungan studi kasus Pondok Pesantren Mambaul Hikam Desa Jatirejo Barat Kecamatan Diwek Kabupaten Jombang”, Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial (JIHI3S), 7, 2, (2022).
Mahfudz, Sahal. Nuansa fiqih Sosial. Yogyakarta: LKiS: 1994.
Mansur, M. Moralitas Pesantren: Meneguk Kearifan dari Telaga Kehidupan. Yogyakarta: Safiria Insania Press, 2004.
Muzakki, A. (2017). Ritual keagamaan dan pembentukan solidaritas sosial di kalangan jamaah shalawat. Jurnal Penelitian Keislaman, 14(2), 201–222.
Purwaningrum, Pramiati. “Upaya Mengurangi Timbulan Sampah Plastik di Lingkungan”. Jurnal Teknologi Lingkungan (JTL), 2, 8, (Desember 2016).
Qomar, Mujamil. Pesantren dari Transformasi Metodologi Menuju Demokrasi Institusi. Jakarta: Erlangga, TT.
Reitsma, J. (2006). Dimensions of individual religiosity and charity: Cross-national effect differences in Europe. Review of Religious Research, 47(4), 347–362.
Rohmah, Noer. Pengantar Psikologi Agama. Yogyakarta: Teras, 2013.
Salim, Emil. Lingkungan Hidup dan Pembangunan. Jakarta: Mutiara, 2001.
Soemarwoto, Otto. Analisis Mengenai Dampak Lingkungan. Yogyakarta: Gajahmada Press, 2005.
Sriningsih, Komang. Ilmu Sosial dan Budaya Dasar. Denpasar: TP, TT.
Stark, R., & Glock, C. Y. (1968). American piety: The nature of religious commitment. University of California Press.
Sugiyono, Memahami Penelitian Kualitatif. Bandung : CV. Alfabeta, 2009.
Suharto, U. (2020). Kepemimpinan nilai dalam lembaga pendidikan Islam: Implikasinya terhadap budaya religius dan solidaritas sosial. Jurnal Manajemen Pendidikan Islam, 5(2), 123–140.
Supardi, Lingkungan Hidup dan Kelestariannya. Bandung: Alumni, 1996.
Sutrisno, Wahyuningsih. Menciptakan Santri Sadar Lingkungan di Pesantren Assalaam Manado, Tesis, Manado, Program Pascasarjana IAIN Manado, (2019).
Tim Penyusun, Kamus Bahasa Indonesia. Jakarta: Pusat Bahasa, 2008.
Wahid, Abdurrahman. Menggerakkan Tradisi; Esai-Esai Pesantren, Cet. I; Yogyakarta: LKiS, 2001.
Wawancara dengan Ibu. Mus’idah, Tenaga Pendidik di Annuqayah Sekaligus Pembina Organisasi Peduli Lingkungan, di Guluk-Guluk, tanggal 24 Juni 2023.
Wawancara dengan Ibu. Uswatun Hasanah, Alumni Sekaligus Masyarakat Aktifis, di Guluk-Guluk, tanggal 26 Juni 2023.
Wawancara, K. M. Faizi, Kiai Salah Satu Pengasuh PP. Annuqayah, di Guluk-Guluk, tanggal 20 Juni 2023.
Yafie, Ali. Merintis Fiqh Lingkungan Hidup. Jakarta: Ufuk Press, 2006.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2023 JSP: Jurnal Studi Pesantren

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.



